Kisah Agen Kaos Tanah Abang

Kisah agen kaos tanah abang ini tidak mewakili agen kaos tanah abang lainnya yang setiap belanja ke tanah abang pasti akan berbeda tempat dan ceritanya. Tanah abang sebagai pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara sejak tahun 1950 sudah menjadi pasar yang diprediksi akan menjadi pusat belanja internasional. Perputaran uang tanah abang sekarang konon sudah mencapai 5 miliyar setiap harinya tentu sangat menggiurkan bagi pelaku usaha. Setiap produk fashion ada di tanah abang langsung dari supliernya.

Kisah agen kaos tanah abang ini yang berasal dari Pasar Baru Bandung terjadi ketika makin berkembangnya bisnis online dimana pembeli tidak harus on the spot dan transaksi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Agen kaos tanah abang ini ketika belanja kaos karakter anak memesan beberapa kodi kaos karakter anak disebuah toko grosir kaos karakter tanah abang. Sebelumnya agen kaos tanah abang ini sudah biasa belanja disini dan kaos karakter anak yang tersedia lengkap mulai dari kaos anak, kaos anak tanggung sampai kaos dewasa. Pada saat itu ketika sudah memberikan list pesanan kaos anak karakter kepada customer service, list pesanannya dikembalikan lagi dengan berkata ” maaf pesanan bapak tidak ada sudah habis dipesan oleh agen kaos online dari makasar”. Dengan perasaan kecewa agen kaos tanah abang ini akhirnya mencari kaos karakter lain dan harus berkeliling kembali di tanah abang untuk menemukan kaos karakter yang diinginkannya.

Pada minggu berikutnya agen kaos tanah abang ini kembali belanja ke tanah abang dan kembali terjadi hal yang sama dan setelah empat kali kejadian hal yang sama baru agen kaos tanah abang ini menanyakan kepada customer service kok bisa barangnya selalu kehabisan padahal saya udah jauh dari Bandung ke tanah abang. Maaf bapak telat ordernya coba kalo online bapak bisa memesan kaos karakter yang ready dan melakukan pembayaran online sehingga tidak kehabisan kaos karakternya.

 

Tagged

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*